AFC Memblacklist Jurnalis yang Menyerang Pelatih Irak Usai Kekalahan Dramatis

AFC secara resmi mengambil sikap tegas terhadap insiden kontroversial yang menimpa pelatih Irak, Jesus Casas, usai pertandingan dramatis melawan Yordania pada babak 16 besar Piala Asia 2023 di Qatar, Selasa (30/1).

1 Feb, 2024 - 01:37
AFC Memblacklist Jurnalis yang Menyerang Pelatih Irak Usai Kekalahan Dramatis

Kekalahan 3-2 Irak membuat sekelompok jurnalis kecewa, hingga hampir menyerang Casas saat konferensi pers pasca pertandingan.

Kontroversi muncul akibat kartu merah yang diterima Aymen Hussain, pemain Irak, memberikan Yordania kendali dengan dua gol tambahan pada waktu tambahan, mengakhiri perjuangan Irak untuk melangkah ke perempat final.

Reaksi kecewa dari para jurnalis mencapai puncaknya saat konferensi pers pasca pertandingan. Mereka berteriak kepada Casas, beberapa bahkan menyerbu keluar sambil menuding jari ke arah pelatih asal Spanyol tersebut.

AFC dengan tegas mengutuk perilaku tersebut melalui rilis resmi di situs webnya, menyatakan bahwa mereka tidak akan mentolerir tindakan agresif dan sulit diatur.

“AFC mengutuk segala jenis perilaku yang sulit diatur dan juga agresif dan mengambil sikap tanpa tolerasnis terhadap seperti itu,” tulis AFC dalam pernyataan resminya.

Sebagai tindak lanjut, AFC memberikan hukuman berat dengan memblacklist individu terkait, melarang mereka tidak hanya dari meliput Piala AFC saat ini, tetapi juga turnamen AFC di masa depan.

Keputusan ini diambil sebagai langkah cepat untuk memberikan sanksi yang sepadan terhadap perilaku tidak terkendali.

Asosiasi Sepak Bola Iran mengecam tindakan jurnalis sebagai 'tanda hitam dalam sejarah media Irak'.

FA Irak mengumumkan bahwa mereka tidak akan berurusan lagi dengan media yang terlibat dalam insiden tersebut, menandai sikap keras terhadap perilaku yang dianggap merusak citra sepak bola.

Selain itu, AFC menegaskan bahwa mereka mengutuk tindakan yang menargetkan wasit Iran, Alireza Faghani, yang memberikan kartu merah kepada Aymen Hussein.

Football Australia juga memberikan dukungan kepada Faghani dan keluarganya, menjamin perlindungan di bawah lembaga penegak hukum.

AFC menekankan bahwa mereka tidak akan memberikan komentar terkait penampilan wasit individual, namun, mereka mengecam ancaman, pelecehan, atau pengungkapan informasi pribadi yang ditujukan kepada wasit, pemain, pejabat, dan semua pemangku kepentingan.

Dalam konteks ini, AFC menyatakan bahwa perilaku semacam itu tidak sejalan dengan semangat fair play dan rasa hormat yang harus dipromosikan dalam komunitas sepak bola Asia.

Keputusan tegas ini diharapkan dapat memberikan pesan bahwa tindakan tidak sportif tidak akan ditoleransi dalam dunia sepak bola yang adil dan menghargai setiap individu yang terlibat dalam permainan.

Casas Nyaris Dikeroyok Jurnalis Lokal

Sebelumnya, pada Senin (30/1), saat suasana panas memuncak di Stadion Khalifa International, Al Rayyan, terutama setelah timnas Irak tersingkir dari Piala Asia 2023 oleh Yordania dengan skor 2-3.

Kericuhan tak terhindarkan ketika pelatih Jesus Casas hampir menjadi korban amukan wartawan lokal dalam jumpa pers pasca pertandingan.

Kemarahan wartawan Irak memuncak terhadap Casas, menyalahkan dirinya sebagai penyebab kekalahan tim. Sebelum laga Irak vs Yordania, Casas telah memberikan wawancara dengan sejumlah media Spanyol, yang dianggap mengganggu fokus tim.

Dalam wawancara tersebut, Casas membicarakan masalah indisipliner di skuad Irak dan memberikan komentar terkait cedera pemain. Meski Casas membantah bahwa wawancara tersebut tidak memengaruhi hasil pertandingan, sejumlah wartawan Irak tak puas dan terus menanyakan hal yang sama.

Jawaban singkat Casas, yaitu "Ya," memicu kemarahan wartawan.

Dalam rekaman video dari Eurosport melalui akun X, terlihat wartawan Irak mencoba mendekati Casas di panggung konferensi pers. Beruntung, petugas keamanan sigap mengusir mereka, mencegah situasi semakin memanas.

"Kamu mengejek media olahraga Irak dan orang-orang Irak. Investigasi harus dilakukan oleh federasi Irak terkait masalah ini," teriak salah satu wartawan yang kesal.

Setelah wartawan yang marah meninggalkan ruang jumpa pers, Casas menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut, menyebutnya sebagai upaya untuk mencoreng nama baik Irak.

Dia menolak bertanggung jawab atas kekalahan timnya, menyalahkan wasit yang memberikan kartu merah pada Aymen Hussein sebagai penyebab kekalahan.

"Saya sedih melihat ini. Orang-orang ini memanfaatkan kekalahan untuk melukai masyarakat Irak dan federasi Irak," ungkap Casas.

Kontroversi pun terus berkembang setelah pertandingan yang sengit, menciptakan bayang-bayang di seputar performa timnas Irak dan kepemimpinan Casas.

Aiman Daiki Kuncoro Indonewsportal Media Reporter